Makluman dari (WADi)


1. Selamat datang ke Laman WADi

2. Laman WADi adalah laman berbentuk ilmu pelbagai namun lebih menjurus kepada keagamaan.

3. Metod penulisan berdasarkan pelbagai sumber.Sumber utama adalah Al-Quran, Al-Hadith, Athar, dan Ijmak ulama' .

4. Pelawat bebas untuk follow atau tidak blog ini.

5. Pelawat dibenarkan untuk menjadikan WADi sebagai bloglist anda jika bermanfaat.

6. Anda dibenarkan untuk mengambil mana-mana artikel dan penulisan WADi dengan memberi kredit kepada WADi. Jika itu membuatkan anda berasa keberatan (memberi kredit kepada WADi, maka anda tidak perlu berbuat demikian). Asalkan ilmu itu sampai kepada semua. Terpulang kredibiliti anda sebagai penulis.

7. Tidak ada copyright di WADi, apa yang ditulis disini adalah untuk disampaikan. Ilmu itu milik Allah.

8. Penulis merupakan insan biasa yang banyak kesilapannya termasuk ketika menulis. Jika anda terjumpa sebarang kekeliruan, kesilapan berkaitan permasalahan hukum, dalil, hadith, atsar dan sebagainya , sila maklumkan WADi melalui email. Teguran secara baik amat kami hargai.

9. Hubungi saya melalui email : addien90@yahoo.com

10. Selamat membaca, menimba ilmu dan menyebarkan ilmu.

Ahad, 26 Februari 2012

Tawakal Sebagai Benteng Dari Ujub Dan Riyak







السلام عليكم




Sesungguhnya penyakit yang paling besar serta mematikan yang menimpa hati manusia, serta dapat menjadikan amalan-amalan sia-sia, juga merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian adalah ; Riya dan Ujub.

Riyak : adalah bagian dari perbuatan syirik mensekutukan Allah, sementara Ujub (Al-'Alamah As-Safarini menyebutkan perbedaan yang mendetail antara ujub dan takabur, bagi yang berkeinginan lihat bukunya Ghadza ' Al-Albab 2/222) : adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, kedua sikap ini menyatu pada diri orang yang takabur. [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]

Banyak nash-nash yang mencela kedua sikap ini antara lain.

Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadith Haritsah bin Wahab : 


" Mahukah kalian aku beritakan tentang penghuni neraka ; iaitu setiap orang yang berperangai jahat serta kasar (Lihat An-Nihayah 3/180), orang gemuk yang berlebih-lebihan dalam berjalannya (Lihat pula An-Nihayah 1/416), dan orang-orang yang sombong". [Hadith Riwayat Al-Bukhari dalam Tafsir surat Al-Qalam 4918 8/530, At-Tirmidzi bab Jahannam 13, Ibnu Majah bab Zuhud 4, Ahmad dalam Musnadnya 2/169, 214 dan 4/175-306]


Dan dari Ibnu Mas'ud dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : 

" Tidaklah masuk surga barang siapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan yang sebesar biji dzarah (atom) sekalipun". [Hadith Riwayat Muslim bab Imam 91 1/93 dan At-Tirmidzi bab Al-Birru was-shilah 1998-1999 4/360-361]

Dan dalam satu hadith disebutkan :


"Ada tiga hal yang dapat membinasakan diri seseorang yaitu : Kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti serta seseorang yang membanggakan dirinya sendiri". [Hadits ini disebutkan oleh Al-Mundziry dalam kitab At-Targhib wa Tarhib 1/162 yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Al-Baihaqi serta dibenarkan oleh Al-Albani]


Said bin Jabir berkata : "Sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan kebaikan lalu perbuatan baiknya itu menyebabkan ia masuk neraka, dan sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan buruk lalu perbuatan buruknya itu menyebabkan dia masuk ke syurga, hal itu kerana perbuatan baiknya itu manjadikan ia bangga pada dirinya sendiri sementara perbuatan buruknya menjadikan ia memohon ampun serta bertobat kepada Allah karena perbuatan buruknya itu". [Majmu 'Al-Fatawa 10/277]

Menyembah kepada Allah dan bersikap tawakal kepada-Nya adalah merupakan ubat penawar untuk mencegah kedua penyakit yang buruk ini iaitu Ujub dan Takabur.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : "Seseorang yang melakukan riya' pada hakikatnya ia tak melakukan firman Allah : (Hanya kepada-Mu aku menyembah), dan orang yang bersikap ujub (bangga kepada diri sendiri) pada hakekatnya ia tak melakukan firman Allah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) dan barangsiapa yang melaksanakan firman Allah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah), maka ia telah keluar dari sikap riya, dan barang siapa yang melaksanakan firman Allah (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), maka ia telah keluar dari sikap ujub". [Majmu Al-Fatawa 10/277]

Oleh karena itulah Ibnul Qayyim berkata : "Sesungguhnya hati manusia dihadapi oleh dua macam penyakit yang amat besar jika orang itu tidak menyadari adanya kedua penyakit itu akan melemparkan dirinya kedalam kehancuran dan itu adalah pasti, kedua penyakit itu adalah riya dan takabur, maka ubat dari pada riya adalah : (Hanya kepada-Mu kami menyembah) dan ubat dari penyakit takabur adalah : (Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)". [Madarijus Salikin 1/54]



Dari Kitab At-Tawakkul 'Alallah wa 'Alaqatuhu bil Asbab oleh Dr Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji



والله أعلمُ بالـصـواب

18 ulasan:

  1. inshaAllah sma2 jauhi sifat mazmumah ni.. ^_^

    BalasPadam
    Balasan
    1. moga Allah mudahkan kita semua untuk ke arah yang lebih baik :)

      Padam
  2. Moga dijauhkan dari sifat Ujub dan Riyak ini...

    BalasPadam
    Balasan
    1. amin, semoga kita semua terhindar dari penyakit hati ini :)

      Padam
  3. Indahnya tawakkal kepada Allah ^^,

    Moga Allah kasih(",)

    BalasPadam
    Balasan
    1. sememangnya syariat Islam itu indah :)

      moga Allah kasihkan kamu juga :)

      Padam
  4. yang hadis dari Said bin Jabir mcm ada sedikit salah dekat konklusi atau awal2 tu..spatutnya yg prbuatan buruk tu masuk syurga kan?..maaf klu sy salah..

    BalasPadam
    Balasan
    1. syukran atas teguran, ada typo disitu,sudah dibaiki, boleh rujuk semula,insyaAllah..

      barakallahufik :)

      Padam
  5. nice entry.. saling meningatkan di samping dpt mnmbahkan ilmu..syukran..

    BalasPadam
    Balasan
    1. semoga bermanfaat di laman ini, barakallahufik :)

      Padam
  6. Terima kasih sbb kongsi ILMU!!
    InsyaAllah lebih ikhlas dlm DAKWAH!! Amin...

    BalasPadam
    Balasan
    1. sama-sama, untuk maslahah dan manfaat ummah insyaAllah..moga senantiasa istiqamah, amin :)

      Padam
  7. Kurang mengerti definisi riak, takbur, ujub... boleh terangkan sikit??

    BalasPadam
    Balasan
    1. oleh, al-Jawab:

      ujub- sifat seseorang dimana ia merasa dirinya lebih baik hingga menolak kebaikan orang lain, bangga dan senang dengan dirinya, senang dengan yang diucapkannya, yang diperbuatnya hingga meremehkan orang lain

      takbur- rasa tinggi diri/bangga dii oleh si pelaku terhadap sesatu mengenai dirinya dalam aspek-aspek kehidupan.

      riak- sifat yang mana melakukan sesuatu ibadah atau apa sahaja amalan bukan untuk mengharapkan keredhaan Allah s.w.t tapi mengharapkan pujian dan penilaian dari manusia.

      wallahua'lam

      Padam
  8. :') thanks wadi... saya mendapat sedikit ilmu agama hari ni.. syukur..

    ni blog naqiah, thanks komen entry pasal kartunis 2

    BalasPadam
    Balasan
    1. Sama-sama, emoga bermanfaat membaca disini insyaAllah
      silakan share penulisan disini jika mahu, tiada copyright di sini :)

      Padam
  9. perbaiki diri tu usaha sepanjang hayat..sama jugak dengan menuntut ilmu..
    sama2 perbaiki diri

    Tulisan Annur di BLOG ANNUR SYUHADAH

    BalasPadam
    Balasan
    1. semoga dipermudahkan ke arah kebaikan, amin

      terima kasih atas ziarah :)

      Padam

Perbincangan Ilmiah WADi dan Anda
World of Ad-Dien (WADi)

Klik Hadiah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...